Perubahan iklim sangat memengaruhi kesehatan dan ekosistem planet kita. Karenanya penting bagi kita untuk melakukan upaya pencegahan atau minimal mengimbangi dampak negatif perubahan iklim. Salah satu cara untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim adalah dengan menurunkan emisi karbon pabrik.

Emisi karbon sektor industri berasal dari dua hal utama yakni kegiatan perindustrian yang menyebabkan alih fungsi hutan dan penggunaan energi fosil. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi emisi karbon pabrik ? Solusi lengkap dari cara menurunkan emisi karbon pa , hingga beragam sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan akan kami bahas dalam artikel berikut ini.

Bagaimana Pabrik dan Manufaktur di Indonesia Dapat Menurunkan Emisi Karbon

Perkembangan industri menyebabkan banyak hutan berubah fungsi dari penghasil oksigen dan penyerap gas karbondioksida berubah menjadi lahan penghasil gas karbondioksida. Termasuk di Indonesia yang dahulu terkenal sebagai paru-paru dunia.

Selain menghasilkan karbon dioksida, industri pabrik juga membutuhkan energi fosil yang besar untuk menunjang aktvitas bisnis yang dijalankan.Misalnya sebagai bahan bakar penggerak mesin-mesin pabrik. Energi fosil seperti banyak dipakai berupa minyak bumi, gas alam, dan batubara yang merupakan sumber penghasil emisi gas rumah kaca.

Beberapa gas emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran energi fosil adalah Hidrofluorokarbon (HFC) , Sulfur Dioksida (SO2), dan Dioksida Nitrogen (NOx). Terdapat banyak cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama emisi karbon pabrik yang termasuk sektor industri. Beberapa cara yang dapat anda lakukan di perusahaan anda adalah :

  • Efisiensi Energi,
  • Peralihan Bahan Bakar Fosil menjadi EBT,
  • Kombinasi Penggunaan Panas dan Listrik,
  • Penggunaan Energi Daur Ulang Bahan yang Lebih Efisien,
  • Penggunaan Teknologi Terbaru,
  • Pembaruan Mesin dan Peralatan, serta
  • Perawatan Mesin dan Sparepart

Saat ini terdapat banyak proses industri yang beroperasi menggunakan sumber energi fosil dan mengeluarkan emisi karbon yang tinggi tanpa memiliki alternatif bahan bakar yang rendah emisi. Sehingga umumnya akan membutuhkan alat penangkap dan penyimpanan karbon untuk mengurangi emisi dalam jangka panjang.

Lalu bagaimana energi fosil menjadi penghasil emisi karbon terbesar? Berikut pembahasan sumber energi sektor industri.

Sumber Energi dan Tingkat Emisi Karbon

Menurut Arifin dari kementrian energi beberapa sumber energi yang umum saat ini pabrikan pakai berasal dari batu bara sebanyak hampir 40 persen; dari minyak bumi sebanyak 35 persen, gas bumi hingga 20 persen, dan sisanya baru menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Masih menurut Arifin, saat ini Indonesia memiliki kapasitas pembangkitan sumber energi listrik hingga sebesar 70,96 Giga Watt (GW). Dengan penggunaan energi yang sangat besar, tak pelak lagi membuat Indonesia termasuk ke dalam penyumbang emisi terbesar.

Berdasarkan publikasi pada 2011 Indonesia adalah negara penyumbang emisi per kapita terbesar keempat dunia setelah China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Pada 2013, emisi per kapita ini terbanyak berasal dari sektor industri. Apalagi sektor industri menggunakan hampir 95% energi fosil dari total seluruh energi.

Tingkat Emisi Karbon Berdasar Sumber Energi

Pada grafik diatas terlihat sumber energi yang berasal dari batu bara menempati tingkat emisi tertinggi. Dengan gas alam sebagai sumber energi. maka emisi karbon dapat turun 40% sampai 50%. Ini artinya, investasi dan pembangunan kawasan industri harus mempertimbangkan sumber energi yang akan dipakai untuk para tenant.

Energi fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Artinya, butuh waktu yang lama untuk terbentuk bahkan hingga jutaan tahun. Saat inipun cadangan sumber daya alam batu bara dan minyak bumi di Indonesia semakin menipis. Jika terus menerus diambil suatu saat akan langka dan habis.

Hal di atas semakin menunjukkan bahwa penggunaan EBT masih minim pemanfaatan. Padahal Indonesia tercatat memiliki potensi sumber daya EBT lebih dari 400 GW. Dari jumlah tersebut Indonesia baru memanfaatkan 2,5% saja atau 10 GW. Kerenanya pemerintah tengah mengatur berbagai strategi untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi dan mengoptimalkan penggunaan energi baru dan terbarukan.

Pelaku usaha baik kecil, menengah maupun besar sudah seharusnya ikut berpartisipasi dalam menjaga pelestarian lingkungan dari dampak perubahan iklim. Beberapa sumber energi baru dan terbarukan adalah :

  1. Energi Surya
  2. Energi Angin.
  3. Energi Air
  4. Energi Panas Bumi.
  5. Bio Energi.
  6. Energi Ombak Laut.
  7. Energi Pasang Surut Air Laut.
  8. Energi Arus Laut.

Dengan memasang panel surya dan menyimpan cadangan listrik dari panel surya, sudah membuat anda turut aktif menurunkan emisi karbon pabrik. Selain itu, cara lain yang dapat anda lakukan adalah dengan menyertakan pengungkapan emisi karbon atau perubahan iklim dalam laporan tahunan perusahaan.

Alih fungsi Lahan Turut Menyumbang Emisi Karbon

Selain berasal dari energi fosil alasan sektor industri menjadi penyumbang emisi karbon terbesar adalah alih fungsi lahan. Lahan hijau yang seharusnya menjadi penyerap karbon kemudian beralih fungsi menjadi bangunan penghasil karbon.

Hasil citra satelit menunjukkan hutan Indonesia Tahun 2020 memiliki luas lahan berhutan seluruh daratan Indonesia adalah 95,6 juta hektar. Sedangkan pada kisaran tahun 1900, Indonesia masih tertutup hutan yang lebat. Menurut model dunia buatan Bank Dunia, tutupan hutan di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi saja luasnya mencapai 103 juta hektar. Besarnya sekitar 84 persen dari total daratan di Indonesia.

Hal ini menunjukkan terus menurunnya luas hutan sejak tahun 1900-an kala industri berkembang pesat. Hilangnya lahan hijau atau hutan ini tentu amat berpengaruh bagi kehidupan di Indonesia. Salah satu solusi yang pemerintah Indonesia gulirkan adalah peningkatan lahan hijau di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Meski tidak bisa menjadi solusi paruparu dunia, pembukaan lahan hijau kota akan menjadi paru-paru kota. Serta turut menurunkan polusi di kota tersebut.

Pembaruan Mesin dan Peralatan dapat Menurunkan Emisi Karbon Sekaligus Tingkatkan Efisiensi

Cara berikutnya menurunkan emisi karbon untuk pabrik adalah dengan meningkatkan efisiensi pabrik anda. Sektor industri sebagai pemain utama untuk mengurangi emisi karenanya efisisensi bahan bakar menjadi salah satu kunci menurunkan emisi karbon pabrik.

Untuk mendukung efisiensi ini, pemerintah bahkan mendorong untuk terjadnyai transfer teknologi dan peningkatan kapasitas produksi. Salah satunya dengan adanya proyek Joint Credit Mechanism (JCM) yang mampu mendorong beberapa partisipan proyek hingga pihak luar negeri, seperti Jepang, untuk melakukan replikasi teknologi.

Energy Monitoring Solutions

Salah satu teknologi terkini yang dapat membantu menurunkan emisi karbon adalah keberhasilan teknologi surya atap berbaterai dan teknologi kogenerasi yang telah mampu meningkatkan efisiensi mesin lebih dari 25 persen.

Selain penggunaan teknologi terbaru dari luar negeri, anda juga dapat menjaga kualitas mesin di pabrik anda. Pertama anda dapat memoembaruan mesin dan sparepart atau aksesoris peralatan dengan menggunakann mesin import dari kawan era baru. Kedua, anda dapat secara rutin melakukan perawatan Mesin dan Sparepart di pabrik anda.

Dengan menggunakan mesin berteknologi terbaru, bahan bakar yang anda gunakan juga akan menjadi lebih efisien. Kawan era baru sebagai supplier terpercaya dari beragam produsen mesin berkualitas tinggi dunia seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Kami juga siap mengerjakan instalasi mesin, perawatan rutin, hingga perbaikan mesin pabrikan anda. Secara umum kami dapat membantu anda meningkatkan efisiensi produksi pabrik anda.

Dengan efisiensi bahan bakar, akan meningkatkan produktivitas pabrik anda. Sehingga tidak hanya menurunkan emisi karbon dengan sikap ramah lingkungan. Dengan penggunaan teknologi baru, mesin baru, hingga perawan yang rutin akan meningkatkan keuntungan usaha anda dengan meningkatnya produktivitas mesin.

Menghadirkan Sumber Energi Ramah Lingkunan (Gas alam, Solar Field, Wind Turbines)

Pemerintah Indonesia secara konsisten mengembangkan pembangunan rendah karbon di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya dengan terus mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan. Beberapa sumber energi yang tengah pemerintah kembangkan adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga gas alam, solar fields, dan wind turbines.

Teknologi surya atap berbaterai adalah salah satu contoh teknologi yang saat ini banyak tersedia. Tidak hanya pemerintah, pihak swasta dari lini usaha kecil hingga besar juga sudah mulai menggunakannya. Selain itu penggunaan gas alam dan wind turbines juga dapat menjadi solusi jangka panjang ketersediaan sumber energi bagi usaha anda.

Hal ini karena sifat energi baru dan terbarukan yakni menggunakan energi alternatif. Energi alternatif sendiri adalah energi yang bukan berasal dari bahan bakar fosil. Sehingga sifatnya sangat sesuai bagi perilaku ramah lingkungan.

Kenapa Harus Mulai Sekarang Juga

Semakin hari semakin banyak emisi karbon yang keluar dari kegiatan manusia sehari-hari dari kegiatan transportasi hingga industri. Tak pelak lagi, kegiatan industri menjadi penyumbang terbesar yang membuat indonesia masuk ke dalam daftar 4 besar negara penyumbang emisi terbesar per kapita di dunia.

Hal ini terus mendorong kesadaran kita untuk bertanggung jawab atas emisi karbon kita. Dengan sikap ramah lingkungan kita akan mencegah dampak buruk revolusi industri seperti emisi karbon yang tinggi serta, sampah limbah, hingga alih fungsi lahan.

Karenanya, penting untuk mulai berubah saat ini juga. Beberapa sikap yang dapat kita ambil adalah pemanfaatan teknologi terbaru, penggunaan mesin terbaru, serta perawatan rutin mesin pabrik anda. Sehingga dapat menurunkan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi produksi pabrik anda. Selain itu, anda juga dapat memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan, bahkan anda juga dapat menggunakan kembali energi panas yang mesin hasilkan.

Peran PT. Kawan Era Baru dalam menurunkan Emisi Karbon di Indonesia

PT Kawan Era Baru sebagai partner anda dalam menyediakan mesin berkualitas dengan teknologi mutakhir turut membantu anda dalam upaya menurunkan emisi karbon di Indonesia.

Kami merupakan importir terpercaya yang telah melayani ribuan klien dari bergama kota. Menjadi solusi bagi masalah pengadaan, perawatan, perbaikan mesin pabrik anda, hingga pengadaan sparepart mesin baik utnuk industri tekstil maupun industri lainnya, seperti migas, perkapalan, farmasi, dan sebagainya.

PT. Kawan Era Baru selalu terdepan dalam menyediakan permesinan dengan inovasi dan teknologi terbaru yang dapat berikan penghematan dan menurunkan kadar emisi karbon pabrik Anda.

Sebagai contoh: Mesin Rajut Bundar (Circular Knitting Machine) yang dapat menghemat penggunaan energi dan waktu. Di Kawan Era Baru, Anda juga dapat menemukan part sistem produksi yang sangat penting untuk mendukung kelancaran dan ketepatan produk, seperti Solenoid Valve Pneumatic, Gear Pump, dan sebagainya.

Layanan service kami tersebar di kota besar di Indonesia, berpusat di Jakarta Selatan cabang kami ada di Bandung, Surabaya, dan Solo. Kami dapat turut menjadi solusi bagi seluruh kebutuhan Anda dalam aksi nyata menurunkan emisi karbon pabrik anda.

Jika perusahaan Anda sedang berencana memperbarui mesin, team professional KAERU dapat Anda ajak berdiskusi. Hubungi kami untuk memulai.

Pin It on Pinterest

Share This