Belt Tension Meter: Alat untuk Mengukur Ketegangan Sabuk

Mar 13, 2023 | Info Produk

Belt Tension Meter adalah alat yang sangat penting dalam industri modern yang menggunakan sistem belt dan sabuk pada mesin. Sistem belt dan sabuk digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti mesin konveyor, mesin produksi, dan mesin perkapalan.

Untuk memastikan ketegangan sabuk yang optimal pada sistem tersebut, diperlukan alat yang dapat mengukur ketegangan sabuk dengan akurat dan mudah. Belt Tension Meter hadir sebagai solusi untuk membantu mengukur ketegangan sabuk serta berbagai parameter terkait sistem belt pada mesin.

Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut tentang Belt Tension Meter dan manfaatnya dalam industri

Pentingnya Belt Tension Meter yang Akurat

Ketegangan sabuk merupakan syarat utama dalam perputaran mesin. Sabuk yang kendur akan menyebabkan kinerja mesin menjadi terganggu dan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan kegagalan.

Kehilangan tegangan terjadi pada semua belt pabrikan. Belt kualitas tertinggi masih dapatg kehilangan hampir 50% tegangan terpasang. Sedangkan belt kualitas rendah kehilangan lebih dari 70% tegangan terpasang.

Anda tidak dapat “merasakan” ketegangan yang benar pada V-Belt. Pada pengujian yang diberikan kepada lebih dari 200 personel perawatan berpengalaman, hanya 1% yang mengencangkan sabuk dengan benar menggunakan metode “perasaan”.

Masa pakai belt sangat bervariasi, tidak hanya tergantung pada cara pemasangan belt, tetapi juga pada cara belt dikencangkan saat pemasangan.

Pengencangan sabuk juga memengaruhi masa pakai bearing. Saat sabuk kendur, sabuk akan tergelincir sehingga menyebabkan panas berlebih. Hal ini menyebabkan bearing menjadi panas dan masa pakai bearing jadi lebih pendek.

Cara Anda mengencangkan sabuk saat pemasangan akan menentukan berapa lama sabuk akan bekerja.

Terutama pada mesin-mesin modern saat ini yang sudah memiliki sensor perputaran. Ketika perputaran tidak memenuhi syarat, sistem mesin tersebut dapat menghentikan mesin dengan sendirinya.

Dengan demikian, belt tension meter sangat penting untuk menjaga operasional mesin agar dapat berjalan tanpa downtime. Pada beberapa industri, biaya downtime per jam dapat merugikan hingga milyaran rupiah.

Oleh karena itu, peran alat instrumen yang satu ini sangat penting pada setiap industri. Namun, apa yang terpenting adalah akurasi. Akurasi tinggi dapat lebih menjamin kelancara produksi.

Pengencangan V-Belt yang Tepat

Semua belt tidak terasa sama saat dikencangkan, karena perbedaan bahan dan kabel tegangan yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Oleh karena itu, seseorang tidak boleh menggunakan metode “perasaan” untuk menilai ketegangan sabuk yang benar. Untuk lebih akurat mengencangkan drive V-Belt, Belt Tension Meter solusinya.

Hampir di Seluruh Industri Menggunakan Belt Tension Meter

Hampir di seluruh industri yang menggunakan roller dalam sistemnya harus menggunakan pengukur ketegangan sabuk. Tujuannya ya seperti tadi itu, agar kinerja mesin dapat terjaga, umur pakai sabuk lebih panjang, dan operasional berjalan lancar.

Beberapa contoh industri yang menggunakan Belt Tension Meter antara lain:

Industri manufaktur

Untuk memastikan ketegangan sabuk pada mesin produksi yang digunakan untuk memproduksi berbagai produk.

Industri otomotif

Berguna untuk memastikan ketegangan sabuk pada mesin mobil, truk, dan kendaraan berat lainnya.

Industri pertanian

Belt Tension Meter digunakan pada mesin pertanian seperti traktor, kombinasi pemanen, dan peralatan pertanian lainnya.

Industri penerbangan

Pada mesin pesawat berguna untuk memastikan ketegangan sabuk pada mesin pesawat yang sangat penting untuk keselamatan penerbangan.

Industri maritim

Pada mesin kapal digunakan untuk memastikan ketegangan sabuk pada mesin propulsi kapal dan peralatan lainnya.

Dalam beberapa industri lainnya seperti pertambangan, konstruksi, dan pengolahan makanan, Belt Tension Meter juga digunakan untuk memastikan ketegangan sabuk yang tepat pada mesin-mesin yang digunakan dalam proses produksi.

Terutama untuk perusahaan TIC di Indonesia yang sering melakukan inspeksi pada sistem industri untuk berikan sertifikasi, mereka harus menggunakan alat pengukur ketegangan sabuk yang memiliki akurasi tinggi.

Anda dapat memastikan operasi mesin yang lebih efisien dan aman, serta mengurangi biaya perawatan dan perbaikan mesin yang tidak perlu dengan menggunakan belt tension meter yang akurat!

Cara Menggunakan Belt Tension Meter

Ada beberapa macam belt tension meter, yang paling ringkas dan aman adalah yang tipe non-contact, alias tanpa harus menyentuh sabuk yang akan diukur ketegangannya.

Seperti Belt Tension Meter RTM-400 dari SCHMIDT contohnya, yang berguna untuk untuk mengukur kekencangan sabuk dan untuk mengontrol gaya jalinan V-belt, sabuk bergerigi, sabuk daya atau sejenisnya.

Belt tension meter buatan Jerman ini tidak perlu menyentuh pada sabuk. Hasil pengukuran muncul pada layar display LCD. SCHMIDT RTM-400 telah menjadi standard instrument di segala industri.

Sedangkan pada tipe yang lama membutuhkan proses tertentu untuk dapat mengukur ketegangan sabuk. Seperti mendinginkan sabuk terlebih dahulu, dan sebagainya. Cara pengukuran seperti ini sudah tidak efisien dan sudah terlalu kuno.

Mencegah Kerusakan Mesin

Pada sistem industri, sabuk yang terlalu kendur akan menyebabkan gesekan dan getaran yang berlebihan pada sabuk dan roller. Hal ini menyebakan umur pakai sabuk dan roller jadi lebih pendek dan juga dapat menyebabkan kegagalan pada mesin secara keseluruhan.

Selain itu, sabuk yang terlalu kendur juga dapat menyebabkan sabuk meluncur dari pulley atau roller, yang dapat menyebabkan kerusakan pada sabuk, pulley, dan roller.

Sementara itu, jika sabuk terlalu kencang, dapat menyebabkan beban berlebih pada mesin, yang dapat mengurangi umur pakai bearing, bushing, dan komponen mesin lainnya.

Sabuk yang terlalu kencang juga dapat menyebabkan deformasi (perubahan bentuk atau ukuran dari sebuah objek) pada sabuk dan roller, yang dapat mengurangi kekuatan dan umur pakai mesin.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan ketegangan sabuk pada mesin sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh produsen mesin atau sabuk.

Penggunaan Belt Tension Meter yang akurat dapat membantu memastikan ketegangan sabuk yang tepat pada mesin. Cara ini juga dapat mencegah kerusakan dan masalah lain pada mesin serta meningkatkan umur pakai mesin.

Prinsip dan Cara Kerja Pengkur Ketegangan Sabuk

Prinsip kerja pengukur tegangan sabuk mekanis adalah dengan menerapkan tegangan tertentu yang diketahui pada sabuk yang dikencangkan, mengukur defleksi di bawah gaya, dan mengubah defleksi menjadi gaya tegangan sabuk sesuai dengan hubungan tertentu yang sesuai.

Sedangkan cara kerja pengukur ketegangan sabuk dengan sistem non-kontak adalah dengan menggunakan frekuensi dan lampu LED saat sabuk tidak bergerak. Sabuk dikeraskan dengan tangan untuk menciptakan getaran.

Kesimpulan:

Ketegangan sabuk yang tepat merupakan langkah penting saat memasang sabuk. V-belt bekerja dengan gesekan; gesekan dikalikan dengan mekanis dari prinsip wedging.

Pengencangan V-Belt yang benar adalah satu-satunya faktor terpenting yang diperlukan untuk kelancaran operasional.

Oleh karena itu, sudah saatnya sekarang lengkapi bisnis Anda dengan Belt Tension Meter RTM-400 dari SCHMIDT yang memiliki akurasi tinggi dan mudah digunakan.

Head Office

Jl. Ciputat Raya No 2D
Pondok Pinang
Kebayoran Lama
Jakarta Selatan 12310

Tel : +62-21-75911880
Fax: +62-21-75911928

Bandung Office

Metro Trade Center
B – 15
Jl. Soekarno Hatta
Bandung 40286

Tel: 022 – 7537575
Tel: 022 – 7569099
Fax. 022 – 7537500

Solo Office

Tegalmulyo No.12
Pabelan
Kartasura
Sukoharjo
Jawa Tengah 57169

Phone : 0271 7891954
Fax. : 0271 7890058

Surabaya Office

Perumahan Pondok Mutiara
Blok BS – 8
Banjar Bendo
Sidoarjo
Jawa Timur 61225

Tel / Fax :
+62-31-8948028

Pin It on Pinterest

Share This